Ukiran Kayu

Pusat ukiran kayu di Palembang terletak di Faqih Jalaluddin Street, dekat Masjid Agung Palembang. Terdapat puluhan  ruang pamer, yang juga digunakan untuk memberikan sentuhan akhir untuk ukiran kayu, tersedia di pusat kota. ukiran kayu Palembang, yang diidentifikasi dengan warna merah dan emas gelap, yang ditampilkan di sepanjang jalan ini.

Anda juga dapat menemukan produk yang belum selesai, orang-orang yang belum melunak atau dicat. Pekerja di setiap toko biasanya memberikan sentuhan terakhir mereka sebelum dijual.

Emas adalah warna yang paling dominan dalam ukiran Palembang. Ini membedakan Palembang dari ukiran ukiran produk dari daerah lain di Indonesia, seperti Jepara di Jawa Tengah.
Badan lemari, pintu, atau gelas, serta bingkai foto biasanya dicat warna emas. Bagian lain yang tertutup oleh warna merah dan hitam gelap. Gambar bunga dalam membuat hitam ukiran ini lebih indah.

Selain itu juga ada kerajinan tenun  Songket khas Palembang. Songket adalah kain tenun yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan sebagai hiasan dengan menyisipkan benang perak, emas, atau benag warna diatas benang lungsin.

Source: visit Indonesia years 2010

Advertisements

Masakan khas

Kota ini memiliki komunitas Tionghoa cukup besar. Makanan seperti Pempek atau Tekwan yang terbuat dari ikan mengesankan “Chinese taste” yang kental pada masyarakat Palembang.

  • Pempek

Makanan khas Palembang yang telah terkenal di seluruh Indonesia. Dengan menggunakan bahan dasar utama daging ikan dan sagu, masyarakat Palembang telah berhasil mengembangkan bahan dasar tersebut menjadi beragam jenis pempek dengan memvariasikan isian maupun bahan tambahan lain seperti telur ayam, kulit ikan, maupun tahu pada bahan dasar tersebut. Ragam jenis pempek yang terdapat di Palembang antara lain pempek kapal selam, pempek lenjer, pempek keriting, pempek adaan, pempek kulit, pempek tahu, pempek pistel, pempek udang, pempek lenggang, pempek panggang, pempek belah, dan pempek otak – otak. Sebagai pelengkap menyantap pempek, masyarakat Palembang biasa menambahkan saus kental berwarna kehitaman yang terbuat dari rebusan gula merah, cabe, dan udang kering yang oleh masyarakat setempat disebut saus cuka (cuko).

  • Tekwan

Makanan khas Palembang dengan tampilan mirip sup ikan berbahan dasar daging ikan dan sagu yang dibentuk kecil – kecil mirip bakso ikan yang kemudian ditambahkan kaldu udang sebagai kuah, serta soun dan jamur kuping sebagai pelengkap.

  • Model

Mirip tekwan tetapi bahan dasar daging ikan dan sagu dibentuk menyerupai pempek tahu kemudian dipotong kecil – kecil dan ditambah kaldu udang sebagai kuah serta soun sebagai pelengkap.

  • Laksan

Berbahan dasar dan berbentuk seperti pempek, dipotong kecil – kecil dan kemudian disiram kuah santan.

  • Celimpungan

Mirip laksan, hanya saja adonan pempek dibentuk mirip tekwan dan disiram kuah santan.

  • Mie Celor

Berbahan dasar mie kuning dengan ukuran agak besar mirip mie soba dari Jepang, disiram dengan kuah kental kaldu udang dan daging udang.

  • Burgo

Berbahan dasar tepung beras dan tepung sagu yang dibentuk mirip dadar gulung yang kemudian diiris, dinikmati dengan kuah santan.

  • Pindang Patin

Salah satu makanan khas Palembang yang berbahan dasar daging ikan patin yang direbus dengan bumbu pedas dan biasanya ditambahkan irisan buah nanas untuk memberikan rasa segar. Nikmat disantap dengan nasi putih hangat, rasanya gurih, pedas, dan segar.

  • Malbi

Mirip rendang, hanya rasanya agak manis dan gurih.

  • Tempoyak

Makanan khas Palembang yang berbahan dasar daging durian yang ditumis beserta irisan cabai dan bawang, bentuknya seperti saus dan biasa disantap sebagai pelengkap makanan, rasanya unik dan gurih.

  • Kue Maksubah

Kue khas Palembang yang berbahan dasar utama telur bebek dan susu kental manis. Dalam pembuatannya telur yang dibutuhkan dapat mencapai sekitar 28 butir. Adonan kemudian diolah mirip adonan kue lapis. Rasanya enak, manis, dan legit. Kue ini dipercaya sebagai salah satu sajian istana Kesultanan Palembang yang seringkali disajikan sebagai sajian untuk tamu kehormatan. Namun saat ini kue maksubah dapat ditemukan di seluruh Palembang dan sering disajikan di hari raya.”

  • Kue Delapan Jam

Dengan adonan mirip kue maksubah, kue ini benar – benar sesuai dengan namanya karena dalam proses pembuatannya membutuhkan waktu delapan jam. Kue khas Palembang ini juga sering disajikan sebagai sajian untuk tamu kehormatan dan sering disajikan di hari raya.

  • Kue Srikayo

Berbahan dasar utama telur dan daun pandan, berbentuk mirip puding. Kue berwarna hijau ini biasanya disantap dengan ketan dan memiliki rasa manis dan legit.

“Semuanya nyummmiii dan sudah pernah dicoba…Mantabz rasanya!” 🙂

Source: google images, wikipedia

Seni dan Budaya

  • Kesenian Dul Muluk (pentas drama tradisional khas Palembang)

  • Tari-tarian seperti Gending Sriwijaya yang diadakan sebagai penyambutan kepada tamu-tamu, dan tari Tanggai yang diperagakan dalam resepsi pernikahan.

  • Lagu Daerah seperti Dek Sangke, Cuk Mak Ilang, Dirut, dan Ribang Kemambang.
  • Rumah Adat Palembang adalah Rumah Limas dan Rumah Rakit.

Kota Palembang juga selalu mengadakan berbagai festival setiap tahunnya antara lain “Festival Sriwijaya” setiap bulan Juni dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Palembang, Festival Bidar dan Perahu Hias merayakan Hari Kemerdekaan, serta berbagai festival memperingati Tahun Baru Hijriah, Bulan Ramadhan, dan Tahun Baru Masehi.

Source: google images, wikipedia

Obyek Wisata

  • Sungai Musi

Sungai sepanjang sekitar 750km yang membelah Kota Palembang menjadi dua bagian yaitu Seberang Ulu dan seberang Ilir ini merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Sejak dahulu Sungai Musi telah menjadi urat nadi perekonomian di Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan. Di sepanjang tepian sungai ini banyak terdapat objek wisata seperti Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Pulau Kemaro, Pasar 16 Ilir, rumah Rakit, kilang minyak Pertamina, pabrik pupuk PUSRI, pantai Bagus Kuning, Jembatan Musi II, Masjid Al Munawar, dll.

  • Jembatan Ampera

Sebuah jembatan megah sepanjang 1.177 meter yang melintas di atas Sungai Musi yang menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir ini merupakan ikon Kota Palembang. Jembatan ini dibangun pada tahun 1962 dan dibangun dengan menggunakan harta rampasan Jepang serta tenaga ahli dari Jepang yang secara resmi dibuka pada tanggal 30 September 1965 oleh Mari. Jendral Ahmad Yani .

  • Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II

Terletak di pusat Kota Palembang, masjid ini merupakan masjid terbesar di Sumatera Selatan dengan kapasitas 15.000 jemaah.

  • Benteng Kuto Besak

Terletak di tepian Sungai Musi dan berdekatan dengan Jembatan Ampera, Benteng ini merupakan salah satu bangunan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam. Di bagian dalam benteng terdapat kantor kesehatan Kodam II Sriwijaya dan rumah sakit. Benteng ini merupakan satu-satunya benteng di Indonesia yang berdinding batu dan memenuhi syarat perbentengan / pertahanan yang dibangun atas biaya sendiri untuk keperluan pertahanan dari serangan musuh bangsa Eropa dan tidak diberi nama pahlawan Eropa.

  • Gedung Kantor Walikota

Terletak di pusat kota, pada awalnya bangunan ini berfungsi sebagai menara air karena berfungsi untuk mengalirkan air keseluruh kota sehingga juga dikenal juga sebagai Kantor Ledeng. Saat ini gedung ini berfungsi sebagai Kantor Walikota Palembang dan terdapat lampu sorot di puncak gedung yang mempercantik wajah kota di malam hari.

  • Kambang Iwak

Sebuah danau wisata yang terletak di tengah kota, dekat dengan tempat tinggal walikota Palembang. Di tepian danau ini terdapat banyak arena rekreasi keluarga dan ramai dikunjungi pada hari libur. Selain itu di tengah danau ini terdapat air mancur yang tampak cantik di waktu malam.

  • Hutan Wisata Punti Kayu

Sebuah hutan wisata kota yang terletak sekitar 7 km dari pusat kota dengan luas 50 ha dan sejak tahun 1998 ditetapkan sebagai hutan lindung. Didalam hutan ini terdapat area rekreasi keluarga dan menjadi tempat hunian sekelompok monyet lokal.

  • Pulau Kemarau

Pulau Kemarau di delta Sungai Musi. Nama Pulau Kemarau diberikan oleh penduduk setempat karena delta ini selalu kering dan tidak pernah banjir, bahkan selama pasang tinggi, seolah-olah itu adalah pulau mengambang.

Ini adalah tempat yang sangat istimewa bagi etnis Cina lokal. Di pulau ini, ada pagoda dan kuil-kuil. Keberadaannya berkaitan erat dengan sebuah legenda yang mengatakan bahwa delta muncul sebagai bukti cinta Putri Siti Fatimah (putri Raja Sriwijaya) kepada suaminya. Kisahnya mirip dengan Romeo & Juliet, atau Sampek Eng Tay.

“Masih banyak yang lainnya…”

Source: google images, visit Indonesia year 2010, wikipedia

Palembang-my hometown

Kota Palembang adalah salah satukota besar di Indonesia yang juga merupakan ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Palembang merupakan kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan.

Palembang merupakan kota tertua di Indonesia, hal ini didasarkan dari prasasti Kedukan Bukit yang diketemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota yang merupakan ibukota Kerajaan Sriwijaya pada tanggal 16 Juni 1982 Masehi. Maka tanggal tersebut dijadikan patokan hari lahir Kota Palembang.

Blog Stats

  • 2,511 hits